Xiaomi MI 4s, Performa Gahar Tampilan Menawan

kesan cantik belum tentu tidak bertenaga

      Siapa yang tidak tahu Xiaomi ? Perusahan teknologi asal China pimpinan Lei Jun ini telah menelurkan segudang produk-produk teknologi dari perangkat telekomunikasi sampai perangkat rumah pintar (Smart Home). Salah satunya adalah Mi 4S, smartphone besutan Xiaomi yang masuk jajaran ponsel high-end. Xiaomi Mi 4S diperkenalkan ke publik pada bulan Februari 2016, bersamaan dengan diluncurkannya Xiaomi Mi 5. Walaupun spesifikasi yang dimiliki oleh Mi 4S masih di bawah Mi 5, namun smartphone ini patut diperhitungkan mengingat spesifikasi yang diusung termasuk paling tinggi di kelasnya. Selain itu, tampilan smartphone ini sangat elegan dan mewah dengan dipakainya bahan kaca dan aluminium dalam sebagian besar body nya. Lalu bagaimana performa dari Mi 4s ini dalam pemakaian sehari-hari ? Penulis mencoba memberikan review berdasarkan pemakaian normal dan berat, mari kita lihat satu persatu.

Mi 4s

Bodi dan Tampilan Luar

      Mi 4S memiliki dimensi bodi 139.3 x 70.8 x 7.8 mm dan berat 133g, nyaman digenggam dalam satu tangan. Layar yang dipakai berjenis IPS LCD layar sentuh kapasitif berukuran 5 inchi dan memiliki piksel 1080 x 1920 berkerapatan 441 ppi yang nyaman di mata. Mi 4s tampil menawan berkat disematkannya bahan kaca pada bagian belakang sehingga tampak mewah. Mi 4s mengusung konsep unibodi, yang berarti batrei menyatu dengan bodi dan tidak bisa dilepas. Smartphone ini terasa ringan karena dipakainya aluminium sebagai bahan dasar bodinya. Tidak ada tombol fisik home yang disematkan pada Mi 4s, kecuali tombol power dan volume.

Continue reading “Xiaomi MI 4s, Performa Gahar Tampilan Menawan” »

Menjadi Seorang IT Auditor

Sebenernya saya penasaran, bagaimana jika auditor dihubungkan dengan IT, mungkin ini bisa menjadi sedikit jawaban, menjadi auditor IT, hehehe langsung ijin copas aja dari http://dim24.wordpress.com/2012/06/28/jika-menjadi-seorang-it-auditor/

Pada kesempatan ini penulis akan menjelaskan gambaran pekerjaan jika menjadi auditor IT, apa saja hal yang akan dilakukan dan yang tidak harus dilakukan oleh seorang auditor. serta akan disampaikan resiko-resiko yang akan dihadapi oleh seorang auditor.
Pertama akan dijelaskan terlebih dahulu apa itu audit IT. Audit IT merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan. sehingga menjadi Seorang auditor IT itu tidaklah mudah karena harus bertanggung jawab terhadap  gagalnya pengembangan sistem informasi yang menyebabkan kerugian serta menuntut kedisiplinan kerja secara profesional.
Agar dapat memahami proses audit teknologi informasi, setidaknya harus memahami jenis/bagian secara umum dari teknologi informasi itu sendiri yang terdiri atas:

Systems and Applications
Pada bagian ini mewakili bagaimana sebuah data diproses melalui aplikasi perangkat lunak komputer yang dikelola melalui suatu sistem yang biasanya terdiri atas tingkatan hierarkis yang mengikuti aturan bisnis yang berlaku di organisasi yang menggunakannya. Sehingga proses auditnya sendiri akan meliputi verifikasi terhadap sistem dan aplikasinya apakah handal, efisien serta memiliki kontrol yang melekat untuk memastikan kebenaran, kehandalan, kecepatan maupun keamanan pada saat pengiriman, pemrosesan serta pengeluaran informasi di setiap tingkatan kegiatan sistem.
Information Processing Facilities
Merupakan komponen yang terkait dengan fasilitas-fasilitas yang digunakan untuk mengolah informasi di suatu organisasi. Biasanya ini terkait dengan perangkat keras seperti misalkan scanner, komputer server, formulir, dsb. Di komponen teknologi informasi ini dilakukan verifikasi untuk memastikan apakah fasilitas pemrosesan terkendalikan untuk memastikan kecepatan, ketepatan dan tingkat efisiensi dari aplikasi-aplikasi berada dalam kondisi normal serta di bawah kemungkinan adanya potensi kerusakan/gangguan.

Kualitas Pribadi seorang Auditor Internal

Auditor internal yang kompeten paling tidak harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Sifat Ingin Mengetahui

Tertarik pada semua jenis operasi secara utuh. Menanyakan pertanyaan seperti: “Apa yang sebenarnya divisi itu sedang lakukan? Kegiatan tersebut bertujuan apa ? Bagaimana kaitan kerja divisi tersebut dengan kerja unit-unit lain ? Apakah ada cara yang lebih baik dan lebih cepat ?

Auditor harus peka terhadap persoalan yang sedang terjadi dalam organisasi di semua tingkatan. Auditor harus berusaha agar seluruh pihak mau terbuka tentang segala hal yang terkait dengan ruang lingkup auditnya.

Ketekunan dan Keteguhan Hati

Melakukan investigasi sampai tuntas, hingga seluruh kedalaman situasi dan permasalahan secara penuh dimengerti. Auditor harus mencoba terus, jika perlu, auditor dapat memodifikasi program dan langkah-langkahnya untuk mencapai tujuannya. Auditor harus melakukan pengujian, pemeriksaan, analisa dan lainnya, sampai auditor memiliki keyakinan yang memadai atas keterangan yang diperolehnya.

Continue reading “Kualitas Pribadi seorang Auditor Internal” »